Pedagang terompet di Pasar Asemka, Jakarta Barat, mengeluhkan penjualan yang tidak seramai tahun-tahun sebelumnya menjelang perayaan Tahun Baru 2026. Kondisi tersebut dirasakan oleh banyak pedagang yang menggantungkan pendapatan musiman dari penjualan terompet setiap akhir tahun.
Usman, salah satu pedagang terompet, mengungkapkan bahwa penjualan sejak akhir Desember 2025 cenderung sepi. Ia sudah mulai berjualan sejak 27 Desember, namun jumlah pembeli belum menunjukkan peningkatan signifikan. Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya, periode tersebut biasanya menjadi puncak penjualan.
Pedagang Terompet Rasakan Dampak Perubahan Daya Beli Masyarakat
Pedagang terompet menawarkan berbagai pilihan produk dengan harga yang relatif terjangkau. Terompet dijual mulai dari Rp6 ribu hingga Rp25 ribu per buah, tergantung ukuran dan bentuk. Variannya pun beragam, mulai dari terompet kecil, terompet menyerupai alat musik asli, hingga terompet dengan bentuk karakter seperti naga.
Meski masih ada pembeli, omzet yang diperoleh pedagang terompet mengalami penurunan. Usman mengaku saat ini pendapatan hariannya berkisar Rp500 ribu. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang bisa mencapai Rp800 ribu per hari. Penurunan ini membuat pedagang harus lebih realistis dalam menargetkan penjualan.
Keluhan serupa juga disampaikan Yudi, pedagang terompet lainnya. Ia menilai kondisi penjualan tahun ini jauh berbeda dibandingkan saat terakhir ia berjualan sebelum pandemi Covid 19. Saat ini, Yudi hanya mampu meraih omzet sekitar Rp300 ribu hingga Rp400 ribu per hari, jauh dari capaian sebelumnya yang bisa mencapai tiga kali lipat.
Meski demikian, para pedagang tetap bertahan dan berharap penjualan meningkat mendekati pergantian tahun. Mereka meyakini bahwa pembeli biasanya datang di jam-jam terakhir menjelang pukul 12 malam, ketika euforia tahun baru semakin terasa.
Fenomena lesunya pedagang terompet mencerminkan perubahan pola konsumsi masyarakat. Tekanan ekonomi dan kehati-hatian dalam belanja membuat permintaan produk musiman tidak sekuat sebelumnya.
Pedagang terompet menghadapi penurunan penjualan jelang Tahun Baru 2026. Meski kondisi belum ideal, para pedagang tetap berharap lonjakan pembeli terjadi di malam pergantian tahun.
Demikian informasi seputar pedagang terompet. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Nutshell-Movies.Com.