PLTA Kayan, Energi Masa Depan Kalimantan

0
69

PLTA Kayan merupakan pembangkit listrik tenaga air yang memiliki kapasitas total 9.000 Megawatt (MW).

PLTA Kayan diharapkan dapat bersinergi dengan berbagai proyek strategis di Kalimantan, salah satunya terkait dengan pemindahan ibu kota negara.

Memiliki kapasitas listrik yang besar, PLTA Kayan dinobatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara.

Pusat pemerintahan baru, tentu membutuhkan suplai listrik yang tidak sedikit. Keberadaan PLTA Kayan membuat kebutuhan listrik di ibu kota negara baru tidak akan menjadi masalah.

PLTA Kayan Menghasilkan Listrik 9.000 MW

Pemenuhan listrik ibu kota baru diperkirakan membutuhkan daya 1.555 megawatt (MW). Berdasarkan hal tersebut, PLN yakin jika PLTA Kayan dapat memenuhan kebutuhan listrik di Kalimantan di masa mendatang.

Direktur Bisnis Regional Kalimantan dan Sulawesi PLN Syamsul Huda menyatakan jika Sungai Kayandi Kaltara sangat berpotensi menghasilkan listrik. Pembangunan PLTA Sungai Kayan yang dilakukan secara  lima tahap, diproyeksikan dapat menyuplai 6 ribu MW ke ibu kota baru.

PLTA Kayan solusi dari energi ramah lingkungan (intradoceurope.com)

Pembangunan ibu kota baru yang digadang-gadang akan menggunakan konsep green city, kemudian akan berdampingan dengan pemanfaatan sumber energi baru terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan.

Terkait dengan EBT di Kalimantan, Huda menyatakan jika suplai listrik di Kalimantan akan terjadi secara beberapa tahapan. Hal tersebut dikarenakan agar PLN dapat menyediakan segala infrastruktur listrik sesuai dengan keperluan, dan juga untuk mengantisipasi kelebihan dan kekurangan.

Menurut Huda pembangunanan infrastruktur listrik di Ibu Kota baru juga akan berbeda dengan di Jakarta. Infrastruktur listrik ke depanya di Kalimantan diharapkan dapat mengantisipasi pemadaman atau zero down time seperti yang terjadi di Jakarta.

“Backup-nya kami pikirkan. Jadi berlapis jika terjadi gangguan. Pelanggan tak akan pernah merasakan pemadaman,” ujarnya.

Terkait dengan pembangunan EBT, PLN telah mendapat masukan dari Komisi VII DPR RI Bidang Energi, Riset, dan Teknologi Lingkungan Hidup. PLN kini telah menunjukkan komitmen untuk menyediakan listrik berbasis EBT.

Pembangunan PLTA Kayan yang dilaksanakan pada akhir tahun 2019 ini, akan dinahkodai oleh PT Kayan Hydro Energy dengan menggandeng investor dan beberapa perusahaan konstruksi.

PLTA Kayan pada mulanya diprioritaskan untuk mensuplai listrik di kawasan industri KIPI Tanah Kuning. Akan tetapi lantaran kapasitas besar yang dihasilkannya, maka tidak menutup kemungkinan PLTA Kayan dapat memenuhi listrik di wilayah Kalimantan dan ibu kota negara baru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here